Desember 5, 2022

SURYA.CO.ID, LAMONGAN – Komitmen Pemkab Lamongan untuk memberikan pelayanan kesehatan masyarakat terus ditingkatkan 

Kini, Pemkab Lamongan menambah jumlah mobil sehat untuk semua desa dan kelurahan di Lamongan.

Direncanakan pada 2023, sebanyak 474 desa/kelurahan di Lamongan akan tuntas menerima bantuan mobil sehat.

Sebanyak 15 unit  mobil sehat dan 2 unit mobil ambulans untuk Dinas Sosial  dan Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)  diserahkan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi usai upacara HKN di halaman kantor Pemkab Lamongan, Kamis (17/11/2022).

Dengan diserahkannya mobil sehat tersebut, total sudah 462 unit mobil sehat terdistribusikan ke desa-desa dari target  464 unit pada tahun 2022. 

Total target mobil sehat  keseluruhan sebanyak 474 akan terselesaikan. Kekurangan 10 unit  mobil  sehat akan selesai pada  tahun 2023.

Bupati Yuhronur mengungkapkan,  dengan jumlah mobil sehat yang telah diserahkan  dan akan diserahkan tahun depan, akan  dapat menunjang layanan kesehatan di Kabupaten Lamongan.

“Total sampai hari ini sudah 462  unit mobil sehat, tinggal kurang sedikit lagi. Tahun depan akan ada 10 mobil sehat untuk kelurahan, ” ungkapnya. 

Bersamaan upacara HKN ini, juga diserahkan kendaraan untuk Dinas Kesehatan ini untuk menyisir  orang dengan gangguan jiwa  (ODGJ) dan satu di PTSP untuk standby.

Dengan 464 dan 10 unit kendaraan yang hendak tuntas pada 2023 itu, Yuhronur yakin dapat menunjang layanan kesehatan.

“Bahkan sampai ke pelosok- pelosok,” ungkapnya.

Ditambahkan, dalam upaya meningkatkan indeks kesehatan masyarakat, Pemkab Lamongan melalui Dinas Kesehatan Lamongan maupun dinas terkait juga terus berupaya dengan menghadirkan berbagai program layanan mulai dari layanan kesehatan.

Di antaranya home care service yang diberikan secara gratis, optimalisasi pelaksanaan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), posyandu lansia yang di imbangi Sekolah Lansia Tangguh, Lesung Si Panji, Griya Sehat Lamongan (Grisela), pembukaan RSUD Karangkembang Babat serta rencana pembangunan rumah sakit di Pantura.

Langkah-langkah tersebut, menunjukkan hasil yang cukup memuaskan, di 2021 pembangunan SDM Lamongan yang direpresentasikan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 73,12 atau dalam kategori baik.

Tak hanya itu, indeks kesehatan Lamongan juga sebesar 0,81, usia harapan hidup masyarakat mencapai 72,49.

Bahkan, generasio angka ketimpangan masyarakat di Lamongan sebesar 0,292 atau tingkat ketimpangan masyarakat semakin sempit.

Capaian-capaian tersebut menunjukkan bahwa tata kelola pemerintahan khususnya pengelolaan anggaran sangat efektif dan  akuntabel. 

“Ini harus terus dipertahankan sehingga  dapat mengungkit daya saing daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat  dan terbentuk sumber daya manusia yang unggul, “ tandas Yuhronur.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.