November 26, 2022

Berita Surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA – Maraknya isu penyakit gagal ginjal akut pada anak akhir-akhir ini, membuat sebagian besar orangtua merasa was-was atas pola makan untuk nutrisi sehari-hari serta konsumsi obat-obat yang telah dilakukan mereka selama ini.

Menurut data dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, hingga 4 November 2022 kemarin, sebanyak 325 kasus gagal ginjal akut pada anak telah dilaporkan dan penderita paling banyak didominasi usia 1 hingga 5 tahun.

Mendukung upaya pemerintah dalam mengimbau keluarga Indonesia untuk tetap tenang dan wawas diri menghadapi isu ini, Alodokter mengajak masyarakat untuk memahami gejala gagal ginjal akut pada anak,cara mencegahnya, serta untuk tidak ragu langsung berkonsultasi via chat Dokter di Alodokter.

Medical Content Marketing Senior Manager dari Alodokter, Dr Abi Noya, mengatakan banyaknya kasus gagal ginjal akut pada anak yang terjadi mungkin membuat para orangtua menjadi bingung dan khawatir.

“Hal ini tentunya wajar dan dapat dipahami, karena orang tua yang baik akan selalu berusaha memberikan yang terbaik pada anaknya,” kata dr Abi Noya.

Sesuai imbauan pemerintah, Alodokter mengajak para orang tua untuk menghadapi isu gagal ginjal akut pada anak secara bijak dan tenang.

Guna menghindari kepanikan, ada baiknya orang tua mencari informasi yang valid dan dapat dipercaya, misalnya konten kesehatan yang telah ditinjau dan diverifikasi kebenarannya oleh dokter.

“Orangtua juga bisa memanfaatkan layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter, baik dokter umum maupun dokter spesialis anak, guna mendapatkan pemahaman lebih lanjut tentang gagal ginjal akut pada anak, mulai dari gejala, kemungkinan penyebab, pencegahan, hingga gambaran penanganannya,” jelas dr Abi Noya.

Sejauh ini, IDAI juga telah menelusuri berbagai kemungkinan penyebab gagal ginjal akut pada anak, selain penggunaan obat-obatan yang mengandung cemaran etilen glikol dan dietilen glikol.

Namun, obat-obatan tersebut tidak diproduksi dan tidak beredar di Indonesia, serta tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Republik Indonesia.

Oleh karena itu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti gagal ginjal akut progresif atipikal pada anak yang tengah terjadi di Indonesia.

Menurut dr Abi, setidaknya ada tiga langkah yang bisa diambil oleh orang tua di Indonesia, agar bisa tetap tenang dalam menghadapi isu gagal ginjal akut pada anak.

Langkah-langkah tersebut, pertama, ketekunan orangtua dalam membimbing dan mengajarkan anak pentingnya menjalani gaya hidup bersih dan sehat, seperti pola makan bergizi seimbang, memenuhi kebutuhan cairan, rutin beraktivitas fisik, serta mencukupi istirahat.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.