Desember 4, 2022

SURYA.CO.ID, NGANJUK – Pemkab Nganjuk mulai menerapkan sistem informasi kearsipan dinamis terintegrasi (SRIKANDI). Ini setelah Kabupaten Nganjuk menjadi daerah ketiga di Jawa Timur dalam penerapan aplikasi SRIKANDI tersebut.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Nganjuk, Putu Winasa mengatakan, dua pemda di Jawa Timur yang telah menerapkan Aplikasi SRIKANDI adalah Kabupaten Gresik dan Kabupaten Kediri. Dengan demikian dipastikan Kabupaten Nganjuk menjadi daerah berikutnya yang menerapkan Aplikasi SRIKANDI.

“Ini patut disyukuri bersama karena Kabupaten Nganjuk sudah mampu menerapkan aplikasi SRIKANDI,” kata Putu Winasa, Rabu (9/11/2022).

Sementara Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, pihaknya mengapresiasi dan menyambut baik kehadiran aplikasi SRIKANDI dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel dalam kearsipan. Di mana Arsip merupakan aset yang harus dikelola dengan baik dan benar.

“Masyarakat yang haus akan informasi dapat menerima sumber informasi primer langsung melalui data arsip yang dinamis dan terintegrasi melalui SRIKANDI. Dan arsip juga sebagai bukti pertanggung jawaban dari kinerja Pemerintahan,” kata Marhaen.

Lebih lanjut dikatakan Marhaen, hadirnya aplikasi SRIKANDI telah menambah daftar nilai dari pelaksanaan Reformasi Birokrasi (RB) di Kabupaten Nganjuk. Khususnya dalam mewujudkan e-goverment atau tata kelola Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di bidang kearsipan menuju Nganjuk Smart City.

“Dan untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan aplikasi SRIKANDI Nganjuk kuncinya adalah komitmen dan sinergitas dari semuanya. Dengan mau memulai, menerapkan dan menjalankannya. Untuk itu kami minta agar para perserta Bimtek sungguh-sungguh mengikuti kegiatan dari awal hingga selesai kegiatan tersebut,” ucap Marhaen.

Sedangkan Kepala Bidang Kearsipan Arpus Kabupaten Nganjuk, Budiono menambahkan, tujuan aplikasi SRIKANDI yakni untuk menyajikan data arsip secara digital. Aplikasi SRIKANDI merupakan hasil kolaborasi antara Kemanpan-RB, Kemenkominfo, BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) dan ANRI yang bertujuan dalam penyelenggaraan e-goverment SPBE.

“Maksud dan tujuan dari diadakannya bimtek adalah untuk meningkatkan kompetensi pengelolaan arsip secara digital dalam rangka penyelamatan arsip-arsip yang bernilai guna. Serta untuk memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat dengan cepat, tepat dan lengkap,” tutur Budiono. ******


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.