Desember 6, 2022

Jakarta: Pendakwah Taqy Malik terseret kasus penipuan investasi berbentuk robot trading Net89 akibat melelang sepeda kepada Reza Shahrani alias Reza Paten senilai Rp700 juta. Taqy menilai kasus yang menimpanya adalah ujian.
 
“Jadi setiap kita ini memang diuji dengan kebaikan dan keburukan, orang yang ketika mau berbuat baik ada ujiannya, orang yang mau berbuat buruk maka diazab sama Allah. Mudah-mudahan ini bagian dari ujian saya pribadi yang memang hari ini hidup saya waktu saya memang saya habiskan untuk dakwah,” kata Taqy Malik di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 10 November 2022.
 
Dia mengaku sebagai warga negara yang baik memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri. Taqy dicecar 18 pertanyaan seputar hubungan dengan Reza Paten, Net89, hingga lelang sepeda.


Taqy menyatakan dirinya perlu meluruskan apa yang terjadi yang membuat pemberitaan simpang siur. Menurut dia, pemberitaan yang tidak benar akan menjatuhkan fitnah dan mendapatkan dosa.
 
“Maka dengan adanya hal seperti ini Insya Allah mudah-mudahan sudah clear, sudah jelas semuanya, uang yang kita dapatkan dari Mas Reza Paten adalah uang lelang sepeda yang kita peruntukan untuk membangun masjid,” kata dia.
 

Taqy menekankan sama sekali tidak tahu robot trading Net89. Dia hanya melelang sepeda di Instagram dan Reza Paten menjadi pemenang lelang dengan nominal Rp777.777.770.
 
Sebelumnya, kuasa hukum Taqy, Dedy J Syamsudin alias Dedy DJ mengatakan kliennya tidak akan mengembalikan uang Rp700 juta itu ke polisi. Sebab, uang hasil lelang itu tidak digunakan untuk keperluan pribadi. Melainkan pembangunan masjid di Bogor, Jawa Barat.
 
“Jadi, tidak ada kewajiban Mas Taqy Malik untuk mengembalikan uang itu, karena diperuntukkan yang jelas untuk kemaslahatan umat,” kata Dedy.
 
Uang Rp700 juta dari Reza Paten, yang merupakan crazy rich asal Surabaya itu diduga kuat hasil kejahatan. Reza telah ditetapkan tersangka bersama tujuh orang lainnya.
 
Tujuh tersangka lainnya itu adalah AA selaku pendiri atau pemilik Net89. LSH selaku Direktur Net89 PT Simbiotik Multitalenta Indonesi (SMI). ESI selaku Founder Net89 PT SMI. Tersangka RS (Reza Paten), AL, HS, FI, dan D selaku Subexchanger Net89 PT SMI. Rekening ke-8 tersangka telah diblokir polisi.
 
Kasus berawal saat 230 korban melaporkan kasus penipuan investasi berbentuk robot trading Net89 ke Bareskrim Polri pada 26 Oktober 2022. Para korban merugi hingga Rp28 miliar. Laporan korban teregister dengan nomor LP/B/0614/X/2022/SPKT/Bareskrim Polri.
 
Total ada 134 terlapor, lima di antaranya merupakan publik figur. Kelima publik figur itu ialah YouTuber, Atta Halilintar; Penceramah, Taqy Malik; Keyboardist, Kevin Aprillio; Drummer band Nidji, Adri Prakarsa; dan Motivator, Mario Teguh.
 
Atta Halilintar terseret karena melelang bandana seharga Rp2,2 miliar kepada Reza Paten. Kemudian, Kevin Aprillio disebut member dari robot trading Net89 PT SMI dan mempromosikan robot trading tersebut. Lalu, Mario Teguh terseret karena sempat memberikan pelatihan kepada Reza Paten. Sementara itu, Adri Prakarsa diduga juga ikut mempromosikan robot trading Net89 di media elektronik.
 
Atta dan Kevin telah diperiksa pekan lalu. Sedangkan, Mario Teguh tengah menjalani pemeriksaan. Sementara itu, penyidik belum mengagendakan pemeriksaan Adri Prakarsa.
 

(AGA)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.