Desember 5, 2022

SURYA.CO.ID, BLITAR – Tim Jihandak Brimob Polda Jatim bersama Polres Blitar Kota memusnahkan granat temuan warga di aliran lahar Gunung Kelud, Kali Bladak, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Sabtu (12/11/2022).

Puluhan granat dimusnahkan dengan cara diledakkan menggunakan detonator di aliran lahar Gunung Kelud, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Argowiyono mengatakan ada 26 granat terdiri atas 20 granat masih utuh dan enam granat dalam bentuk serpihan yang dimusnahkan.

Sebanyak 26 granat itu ditemukan warga saat menggali tanah untuk pondasi rumah di Dusun Kambingan, Desa Dayu, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jumat (11/11/2022).

“Hari ini, sekitar pukul 12.10 WIB, sebanyak 26 granat itu dilakukan disposal oleh Tim Jihandak Brimob Polda Jatim di aliran lahar Kali Bladak,” kata Argo.

Baca juga: 26 Granat Ditemukan Terpendam di Lahan Kosong Milik Warga Nglegok Kabupaten Blitar

Pemusnahan puluhan granat dilakukan dengan cara diledakkan menggunakan detonator. Peledakan granat dilakukan dua kali.

Jarak pemantik dengan lokasi granat yang diledakkan sekitar 500 meter. Aparat mensterilkan lokasi peladakan granat.

“Proses pemusnahan granat dalam situasi aman terkendali. Lokasi pemusnahan granat jauh dari permukiman warga,” ujarnya.

Dikatakannya, berdasarkan laporan dari Tim Jihandak Brimob Polda Jatim, puluhan granat yang ditemukan di lahan kosong milik warga masih dalam kondisi aktif.

Puluhan granat yang ditemukan warga itu diduga peninggalan pejuang kemerdekaan RI.

Saat ditemukan, posisi granat terpendam dalam tanah dengan kondisi sudah berkarat.

“Sejumlah granat yang ditemukan diduga peninggalan perang kemerdekaan, karena kondisi sudah berkarat. Terlebih wilayah Blitar juga menjadi tempat perjuangan Kemerdekaan,” katanya.

Seperti diketahui, sebanyak 26 unit granat ditemukan terpendam di lahan kosong milik Alminah di Dusun Kambingan, Desa Dayu, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.

Puluhan granat tersebut sudah diamankan oleh Tim Jihandak Brimob Polda Jatim dan akan dilakukan disposal atau pemusnahan.

Granat kali pertama ditemukan oleh Suyadi, anak Alminah pada Jumat (11/11/2022).

Ketika itu, Suyadi sedang menggali tanah untuk pondasi rumah di lahan kosong milik orang tuanya.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.