Desember 4, 2022

SURYA.CO.ID, MADIUN – Demi meningkatkan kecakapan multimedia santri, Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Tarbiyatul Mutathowi’in, Ngujur, Rejosari, Kebonsari, Madiun, mengadakan Pelatihan Berbasis Kompetensi Angkatan I.

Pelatihan yang bertajuk ‘Pendesainan Multimedia’ ini, berlangsung selama dua puluh empat hari.

Pelatihan dimulai Jumat 4 November 2022 dan akan berakhir 1 Desember 2022.

Pelatihan yang berlangsung di Gedung Workhshop BLKK Tarbiyatul Mutathowi’in ini, diikuti 16 anak-anak yang berasal dari Madiun, Ponorogo, Magetan dan Ngawi.

Selama proses pelatihan, para peserta nampak antusias mengikuti pelatihan pengeditan video, mixing, mengkomposisikan gambar bergerak, pengambilan video, perekaman suara, dan penerbitan musik dalam area kerja Video Editing.

Selain itu, peserta juga dibekali cara berkomunikasi dengan klien, menyusun rencana kerja, dan strategi memasarkan produk digital.

“Dengan serangkaian materi dan proses pelatihan yang terstandar seperti itu, para peserta diharapkan akan tumbuh berkembang di tengah kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang berlari sangat cepat. Baik sebagai pekerja, maupun sebagai wirausahawan. Saat ini kemampuan di bidang multimedia sangat-sangat dibutuhkan,” kata Kepala BLKK Tarbiyatul Mutathowi’in, Hayyik Ali Muntaha Mansur, Jumat (11/11/2022).

Hayyik menjelaskan, BLKK Tarbiyatul Mutathowi’in baru berdiri pada tahun 2021 atas dukungan Kementerian Tenaga Kerja RI.

Meski belum sepenuhnya lengkap, fasilitas dan peralatan yang disediakan lebih dari cukup untuk pembekalan yang sifatnya mendasar.

“Untuk fasilitas sudah sangat layak dengan adanya ruang teori, ruang praktik, dan ruang pendukung lainnya. Sementara untuk peralata telah tersedia komputer, laptop server, kamera, kamera video, TV LED, dan sebagainya,” lanjutnya

Namun, Ia berharap sedikit demi sedikit peralatan di bidang multimedia akan semakin lengkap.

“Selain menunggu dukungan peralatan baru dari pemerintah, kami juga akan upayakan melengkapi semampunya. Apalagi mulai sekarang, kami sudah diwanti-wanti ke depan BLK ini dituntut harus dapat mandiri. Baik secara program maupun pendanaan,” jelas Hayyik.

Sementara itu, seorang peserta, Ziaul Latief, mengaku bersyukur bisa mengikuti pelatihan untuk mengembangkan kemampuan dasar desain yang selama ini telah dimiliki.

Dia menjadi mengenal dan mampu mengoperasikan aplikasi-aplikasi pendesainan, dari yang paling sederhana sampai yang paling rumit.

“Bersyukur karena dapat fasilitas-fasilitas peralatan, seragam, juga konsumsi. Tapi yang lebih penting materi-materi dan praktik. Jadi lebih terasah dengan mencoba-coba membuat produk video,” pungkas Latief.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.