November 26, 2022

Jakarta: Twitter menutup kantornya hingga hari Senin, 21 November 2022, menurut pernyataan resmi kepada staff. Twitter tidak memberikan alasan yang melatarbelakangi keputusan tersebut, namun laporan yang beredar menyebut terlalu banyak pegawai mengundurkan diri.
 
Mengutip GSM Arena, Elon Musk menyebut hanya talenta terbaik yang bertahan dan tidak khawatir dengan kondisi perusahaan yang belum lama ini diakuisisinya. Rencana Musk untuk menjadikan Twitter lebih stabil secara finansial termasuk menjual centang Verified biru ke pengguna yang tidak berkeberatan membayar USD8 per bulan.
 
Memutuskan hubungan kerja dengan separuh dari total jumlah pegawai Twitter untuk mencoba mengurangi pengeluaran juga menjadi bagian dari rencana Musk untuk menstabilkan kondisi finansial Twitter.


Staf Twitter mengalami masa sulit hingga hari Kamis, 17 November 2022 lalu, karena harus menandatangani sumpah untuk bekerja dalam jangka waktu panjang atau meninggalkan perusahaan dengan uang pesangon setara tiga bulan gaji.
 
Mantan pegawai Twitter mengunggah informasi via akun Twitter mereka menyebut bahwa antara 74 persen hingga 90 persen pegawai memutuskan untuk menerima kompensasi alih-alih mengikuti perubahan yang diusung Musk dan kembali ke kantor.
 
Selain itu, mantan pegawai juga menginformasikan BBC bahwa mereka memprediksi kurang dari 2.000 pegawai yang masih bekerja di Twitter, sekitar seperempat dari total keseluruhan pegawai Twitter sebelumnya sebanyak 7.500.
 
Mereka juga mengungkap bahwa seluruh tim telah dibubarkan, sedangkan pegawai lain menyatakan bahwa ia keberatan untuk bekerja di bawah pimpinan atas yang kerap memberikan ancaman via email sebanyak beberapa kali.
 
Ancaman yang diberikan Musk, lanjut pegawai tersebut, menyebut bahwa hanya pegawai luar biasa yang seharusnya bekerja di Twitter, sedangkan dirinya telah bekerja selama 60 hingga 70 jam per pekan.
 
Kemudian, pemilik dan CEO baru Twitter ini mengunggah sejumlah cuitan di akun Twitternya, menyebut bahwa untuk mendapatkan sedikit keuntungan di media sosial, pihaknya perlu memulai dengan langkah besar.
 
Musk juga mengungkap bahwa Twitter mencapai rekor penggunaan tertinggi terbaru, lalu mengunggah emoji bendera bajak laut, dan diakhiri dengan meme makam, menggambarkan Twitter tengah merayakan kematian dari Twitter.
 

(MMI)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.