Desember 6, 2022

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO – Pemkot Mojokerto akan mengalokasikan anggaran untuk perawatan 13 objek cagar budaya senilai Rp 58,6 juta.

Rencananya, bantuan perawatan cagar budaya yang baru pertama kali ini dilaksanakan akan terus bergulir setiap tahun.

Perawatan cagar budaya ini, juga sebagai upaya Pemerintah Daerah untuk mewujudkan Kota Mojokerto sebagai Kota Pariwisata Berbasis Sejarah dan Budaya.

Hal ini diungkapkan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dalam kegiatan penutupan pelatihan tari Sekar Mojo, sekaligus penyerahan bantuan perawatan 13 cagar budaya di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P dan K) Kota Mojokerto pada Rabu (16/11/2022) sore.

“Ini bagian dari komitmen kami untuk menjaga dan melestarikan cagar budaya agar terpelihara dengan baik, sehingga umur fisiknya lebih panjang dan dapat dinikmati oleh generasi penerus,” ucap Ning Ita, sapaan Wali Kota Mojokerto.

Ning Ita mengatakan, objek cagar budaya di Kota Mojokerto ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Daerah dalam membangun Kota Pariwisata Berbasis Sejarah dan Budaya.

“Kami memiliki Ripparda, Rencana Induk Pariwisata Daerah dan Cagar Budaya yang wajib kami fasilitasi terkait kebutuhan anggarannya,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Amin Wachid menambahkan, Pemkot Mojokerto juga memasang box panel di 13 objek cagar budaya usai penyerahan bantuan biaya perawatan tersebut.

“Bantuan ini sesuai amanat Perda Kota Mojokerto Nomor 17 tahun 2019 tentang pengolahan cagar budaya, dan nilai yang kami berikan bervariatif, mulai Rp 3 juta sampai Rp 6 juta,” bebernya.

Amin mengungkapkan, pihaknya juga akan memberikan apresiasi terhadap pelaku seni dan budaya melalui penyelenggaraan  pelatihan tari sekar mojo yang telah berlangsung selama tiga hari.

“Pelatihan ada 60 orang siswi yang hari ini kami tampilkan sebagai seremonial penutupan pelatihan oleh wali kota,” kata Amin.

Perlu diketahui, 13 bangunan dan kawasan yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya peringkat kota melalui keputusan wali kota Mojokerto yakni gedung SMPN 7 Kota Mojokerto, SD Katolik Wijana Sejati, bangunan kolonial di Jalan Kartini dan Museum Gubug Wayang.

Lalu, Gedung Rumah Sakit Bantuan (Rimkitban) Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) dan kompleks Makam Pekuncen di Kelurahan Surodinawan.

Kemudian, cagar budaya yang telah ditetapkan yakni di gedung SMPN 1, SMPN 2, SDN Purwotengah, Denkesyah Mojokerto, Kelenteng Hok Sian Kiong, Gereja Katolik Poroki Santo Yosef, Gereja Babtis Indonesia Pertama (GBIP) dan Kantor Detasemen Korem 082/CPYJ.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.