Desember 6, 2022

SURYA.CO.ID, PASURUAN – Satu dari 19 perempuan yang dijual sebagai pekerja seks komersial (PSK) dalam kasus prostitusi berkedok warkop di ruko Jalan Mojorejo, Ngetal, Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, ditengarai mengidap HIV.

Informasinya, seorang korban yang ditengarai mengidap HIV, diduga satu dari empat perempuan berusia di bawah umur, yang dipekerjakan dalam bisnis tersebut.

Diketahui, bisnis prostitusi terselubung tersebut mempekerjakan 15 orang perempuan berusia dewasa, dan empat orang perempuan berusia di bawah umur, yang berstatus sebagai pelajar.

Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Hendra Eko Triyulianto mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan tim medis Biddokkes Polda Jatim, untuk proses tes kesehatan terhadap belasan orang korban eksploitasi tersebut.

Tes kesehatan tersebut, masih berlangsung dan hasilnya masih menunggu dari pihak Biddokkes Polda Jatim, untuk diserahkan ke pihak penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim.

Baca juga: Prostitusi Berkedok Warkop di Pasuruan, 5 Pelaku Tawarkan Korbannya Rp 800 Ribu Sekali Kencan

“Untuk sementara hasilnya belum keluar. (Sosok korban yang mana) Belum tahu hasilnya belum keluar,” ujarnya saat ditemui awak media di Gedung Bidang Humas Mapolda Jatim, Senin (21/11/2022).

Bisnis prostitusi terselubung dengan kedok warkop tersebut, sudah dijalankan pelaku dalam kurun waktu setahun.

Selama kurun waktu tersebut, para tersangka menjajakan 19 perempuan; 15 perempuan dewasa dan 4 anak berusia di bawah umur, senang kisaran harga kurang dari Rp 1 juta.

Catatan penyidik, para korban perempuan yang dieksploitasi tersebut, dijual kepada para pria hidung belang, seharga kisaran Rp 500-800 ribu.

“Dan untuk keuntungannya, 1 orang dengan tarif kurang lebih 500-800 ribu. Jadi per orang, pelaku mendapatkan kurang lebih 300-400 ribu, sisanya adalah korban,” jelasnya.

Baca juga: Gempol 9 Pasuruan Kaget Ada Prostitusi Berkedok Warkop, Korban Dijerat Lewat Lowongan di Medsos

Belasan orang korban ekploitasi tersebut, dipaksa para tersangka tinggal di mes, kawasan Perumahan Pesanggrahan Anggrek II Blok B-8 dan Blok B-10, Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Kemudian, warkop yang menjadi tempat para pelaku menawarkan korban, berlokasi di sebuah ruko, Jalan Mojorejo, Ngetal, Ngerong, Kecamatan Gempol Pasuruan.

Anggota Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, berharsil menangkap lima pengelola bisnis esek-esek terselubung tersebut, Senin (14/11/2022).

Yakni, DGP (29) warga Sidoarjo, berperan sebagai muncikari dengan panggilan Papi, sekaligus pemilik wisma dan warkop.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.