Desember 8, 2022

SURYA.CO.ID – Ada momen tak biasa di sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J atas terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (8/11/2022). 

Putri Candrawathi tertawa saat mendengar pengakuan mantan ajudannya, Daden Miftahul Haq tentang acara suap-suapan dalam perayaan anniversary pernikahan Ferdy Sambo. 

Video saat Putri Candrawathi tertawa ada di artikel berikut ini. 

Dikatakan Daden, perayaan anniversary pernikahan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang berlangsung di Magelang pada tanggal 7 Juli lalu, terjadi karena adanya inisiatif dari Yoshua.

Menurut keterangan Daden, pada tanggal 6 Juli sekitar jam 16.00 WIB ketika mereka semua berada di rumah Magelang, Yoshua sempat mengajak dirinya untuk ikut pergi ke luar untuk mengambil pesanan kue dan nasi tumpeng.

Baca juga: NAMA Eks Kapolri Idham Azis Disebut di Sidang Pembunuhan Brigadir J, Ini Kaitan dengan Ferdy Sambo

“Jam 4 sore, saya diajak almarhum Yoshua ke suatu tempat. Saya bilang ‘ke mana Yos? Udah sore’, saya bilang. ‘Ada nanti, antar aja yuk’,” kata Deden di hadapan Majelis Hakim, Selasa (7/11/2022).

“Jam setengah 6, almarhum ajak saya kembali, saya tanya kembali mau ke mana? Mau ambil kue, ambil nasi kuning,” tuturnya.

Setelah salat magrib, dikatakan Daden, keduanya pergi ke ke toko kue dan nasi tumpeng.

Namun, mereka sempat mampir untuk makan malam di sebuah restoran mie yang ada di daerah tersebut.

Hingga kemudian sekitar pukul 22.00 WIB, Yoshua bersama Daden kembali ke rumah Magelang sambil membawa kue dan tumpeng yang sudah dibeli.

Ketika sampai di rumah, Almarhum Yoshua sempat memberikan petunjuk kepada Deden untuk mengeluarkan kue dan tumpeng yang dibawanya pada pukul 00.00 WIB tepatnya tanggal 7 Juli 2022.

Pemberian ini sebagai bentuk perayaan atas ulang tahun pernikahan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

“Kemudian, jam 00.00 WIB saya menurunkan kue bersama Bang Ricky, saya bawa kue, kemudian saya simpan di meja makan. Untuk nasi tumpeng, dibawa oleh Almarhum Yoshua dan Richard. Kemudian ada saudara Kuat sudah menunggu juga,” kata Daden.

“Pukul 00.01 WIB, baru kita keluarkan kue dan tumpeng. Acara malam itu Bapak atau Ibu mimpin doa di ruang makan. Di situ ada saya, Yoshua, Richard, Kuat, kemudian ada Susi juga. Kita acara mengelilingi tempat makan itu,” tuturnya.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.