Desember 5, 2022

New York: Wall Street melemah tajam pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena kemenangan Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu lebih moderat. Selain itu investor fokus pada data inflasi AS yang akan memberikan petunjuk tentang kenaikan suku bunga di masa mendatang.
 
Melansir Antara, Kamis, 10 November 2022 Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 646,89 poin atau 1,95 persen, menjadi 32.513,94 poin. Indeks S&P 500 terpangkas 79,54 poin atau 2,08 persen, menjadi 3.748,57 poin. Indeks Komposit Nasdaq tergelincir 263,02 poin atau 2,48 persen, menjadi 10.353,18 poin.
 
Sektor energi dan konsumer non-primer memimpin pasar secara luas lebih rendah.
 

Partai Republik masih diunggulkan untuk memenangkan kendali Dewan Perwakilan Rakyat tetapi persaingan terlalu ketat untuk menentukan mana dari dua pihak yang akan mengendalikan, dengan penampilan Demokrat yang lebih baik dari perkiraan mengurangi prospek apa yang disebut gelombang merah kemenangan Partai Republik.


“Apa yang benar-benar lebih diharapkan di pasar adalah gelombang merah,” kata CEO Infrastructure Capital Management, Jay Hatfield, di New York.
“Saya pikir kami berada dalam situasi unik di mana semakin banyak Partai Republik menang, semakin baik pasar. Setidaknya akan ada beberapa saham yang menguat, seperti saham pertahanan dan energi.”
 
Pada perdagangan Rabu, Walt Disney Co jatuh 13 persen, penurunan terbesar sejak 2001. Tesla Inc juga turun 7,2 persen ke level terendah dua tahun setelah Chief Executive Elon Musk menjual saham senilai USD3,95 miliar di pembuat kendaraan listrik beberapa hari setelah dia menutup kesepakatan senilai USD44 miliar untuk Twitter Inc.
 

Saham energi bersih, yang biasanya diuntungkan di bawah kepemimpinan Demokrat, menguat, dengan Invesco Solar ETF naik hampir 1,0 persen.
 
Dengan hasil pemilu yang masih belum pasti, investor mengalihkan perhatian mereka ke data inflasi Oktober yang akan dirilis pada Kamis, yang dapat menjelaskan lebih lanjut apakah Fed akan melunakkan sikap agresifnya pada kenaikan suku bunga.
 
“IHK adalah salah satu input yang lebih penting dalam hal lingkungan inflasi. Anda akan kesulitan menemukan banyak investor yang ingin bertaruh besar di depan (laporan),” kata Kepala Strategi Pasar B Riley Financial, Art Hogan.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id.
 
 

(ANN)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.