November 26, 2022

New York: Wall Street naik tajam pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Ketiga indeks utama mencatat persentase kenaikan harian terbesar mereka dalam sekitar 2,5 tahun, karena tanda inflasi yang lambat pada Oktober memicu spekulasi Federal Reserve (Fed) menjadi kurang agresif dengan kenaikan suku bunganya.
 

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 3,70 persen atau 1.201,43 poin menjadi 33.715,37. Indeks S&P 500 melambung 5,54 persen atau 207,80 poin menjadi 3.956,37. Indeks Komposit Nasdaq terangkat 7,35 persen atau 760,97 poin menjadi 11.114,15.
 

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dipimpin oleh sektor teknologi informasi yang melonjak 8,33 persen, diikuti oleh kenaikan 7,74 persen di sektor real estat. Saham-saham di seluruh sektor melonjak karena data harga konsumen terbaru menyemangati investor yang khawatir kenaikan suku bunga yang sedang berlangsung dapat melumpuhkan ekonomi AS.
 
Di antara pemain terkuat di Wall Street pada Kamis, 10 November 2022, adalah saham Nvidia melonjak sekitar 14 persen, Meta Platforms naik 10 persen dan Alphabet naik 7,6 persen. Data Departemen Tenaga Kerja menunjukkan angka Indeks Harga Konsumen (IHK) tahunan di bawah 8,0 persen untuk pertama kalinya dalam delapan bulan.


“Ini adalah deal besar,” kata Kepala Strategi Baker Avenue Asset Management, King Lip, di San Francisco dikutip dari Antara, Jumat, 11 November 2022.
 
“Kami telah menyebut puncak inflasi selama beberapa bulan terakhir dan sangat frustasi karena tidak muncul dalam data. Untuk pertama kalinya, itu benar-benar muncul dalam data.” jelas dia.
 

Meningkatnya kekhawatiran resesi telah memukul Wall Street tahun ini. S&P 500 masih turun sekitar 17 persen tahun ini, dan berada di jalur penurunan tahunan terbesar sejak 2008.
 
Menurut Alat FedWatch CME, data inflasi mendorong para pedagang untuk menyesuaikan taruhan kenaikan suku bunga, dengan kemungkinan kenaikan suku bunga 50 basis poin pada Desember, daripada kenaikan 75 basis poin, melonjak menjadi sekitar 85 persen dari 52 persen sebelum data dirilis.
 
Presiden The Fed San Francisco Mary Daly dan Presiden The Fed Dallas Lorie Logan menyambut baik data inflasi terbaru, tetapi memperingatkan pertarungan dengan kenaikan harga masih jauh dari selesai.
 
Amazon.com Inc melonjak lebih dari 12 persen setelah Wall Street Journal melaporkan e-commerce kelas berat tersebut sedang meninjau unit bisnis yang tidak menguntungkan untuk memangkas biaya.
 
Indeks semikonduktor Philadelphia melonjak 10,2 persen, memangkas kerugiannya pada 2022 menjadi sekitar 32 persen. Indeks volatilitas CBOE, juga dikenal sebagai pengukur ketakutan Wall Street, jatuh ke level terendah hampir dua bulan sekitar 23 poin. Beberapa investor mendesak kehati-hatian karena reli Kamis, 10 November 2022, terlalu berlebihan.
 
“Pasar, seperti yang telah terjadi beberapa kali tahun ini, sangat bersemangat untuk memperdagangkan perubahan arah Fed tetapi kami pikir pasar sedikit lebih maju berdasarkan satu data,” kata Kepala Manajemen Portofolio Horizon Investments, Zach Hill, di Charlotte.
 
Indeks Perumahan PHLX melonjak 10,3 persen ke level tertinggi sejak Agustus setelah jatuh tahun ini karena kekhawatiran tentang suku bunga hipotek yang lebih tinggi mengurangi keterjangkauan.
 
Rivian Automotive Inc melonjak 17,4 persen setelah membuat kendaraan listrik itu melaporkan kerugian yang lebih kecil dari perkiraan, jumlah pre-order yang lebih tinggi dan menegaskan kembali prospek produksi setahun penuh.
 
Dow sekarang telah pulih sekitar 17 persen dari penutupan terendah pada 30 September, dan tetap turun sekitar 9,0 persen dari rekor penutupan tertinggi pada awal Januari. Volume transaksi di bursa AS sangat besar, dengan 14,9 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan dengan rata-rata 11,9 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id.
 

(SAW)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.